Home
> Product & Services
> IVR System
IVR System
Tidak dipungkiri lagi bahwa sistem IVR
sangat membantu korporasi dalam memberikan kepuasan
kepada pelanggan. Korporasi akan berusaha semaksimal
mungkin untuk memberikan pelayanan apa pun yang dikehendaki
pelanggan. Bahkan, banyak korporasi membuka layanan
24 jam terhadap pelanggan, sehingga kapan pun pelanggan
dapat dilayani dengan sebaik-baiknya. Selain itu, pelayanan
pelanggan yang maksimal akan semakin meningkatkan loyalitas
pelanggan yang merasakan kepuasan terhadap layanan yang
diberikan.
Sistem IVR sangat membantu proses pelayanan
pelanggan, karena didukung oleh sistem komputerisasi
yang dapat beroperasi 24 jam sehari. Sistem IVR adalah
sistem komputer yang membantu pelanggan untuk mendapatkan
informasi yang dibutuhkan atau untuk menyampaikan informasi
yang hendak disampaikan korporasi melalui telepon.
Memperbaiki Kepuasan Pelanggan
Penggunaan sistem IVR yang tepat memberikan
kontribusi besar terhadap kepuasan pelanggan. Sebagai
contoh, sistem IVR dapat memperpendek waktu tunggu telepon
oleh pelanggan. Pada waktu pelanggan menelepon ke korporasi
yang diterima oleh sistem IVR tetapi ternyata semua
agen sedang sibuk, maka telepon pelanggan tersebut akan
terus dipegang sampai kemudian diteruskan ke agen yang
siap menjawab panggilan tersebut.
Dengan menerapkan sistem IVR, maka sebuah
korporasi telah menambah jam pelayanan kepada pelanggan.
Korporasi akan sedikit kesulitan untuk menempatkan pegawai
sepanjang waktu, oleh karena itu dengan sistem IVR sebuah
korporasi dapat “buka kantor” selama 24
jam-sehari dalam 7 hari.
Sistem IVR yang menyediakan pelayanan
terhadap pelanggan oleh sistem komputer di satu sisi
adalah sumber pendapatan. Penambahan waktu pelayanan
juga berarti penambahan waktu melakukan bisnis. Dengan
memberikan kesempatan kepada pelanggan menghubungi sistem
IVR untuk memesan produk atau jasa tertentu, maka korporasi
telah membuat aliran pendapatan secara terus menerus.
Sistem IVR juga akan menambah pendapatan
dari berbagai tempat, karena sistem tersebut akan menambah
jangkauan pasar. Dengan menyediakan pelayanan terhadap
pelanggan selama 24 jam sehari, berarti kantor akan
beroperasi setiap waktu di semua zona waktu di dunia.
Sehingga sistem IVR akan menambah jangkauan bisnis di
sepanjang zona waktu.
Menurunkan Biaya
Alasan yang paling utama dalam menerapkan
sistem IVR adalah untuk menurunkan biaya. Penggunaan
pegawai operator dalam sistem Call Center akan menyedot
biaya sebesar 60-70% dari sistem Call Center tersebut.
Sebuah referensi menyatakan bahwa biaya rata-rata sebuah
agen berkisar USD 5.50 untuk setiap panggilan, namun
dengan penggunaan sistem IVR biaya akan menjadi USD
0.45 untuk setiap panggilan.
Penggunaan pegawai yang tidak memenuhi
standar kemampuan teknik dan pelayanan untuk menjadi
agen dari sistem Call Center adalah penghamburan biaya.
Kasus lain adalah jika ingin berkompetisi dengan sistem
Call Center dari korporasi lain dengan mendatangkan
agen-agen yang berkualitas dan memberikan gaji tinggi,
hal ini juga merupakan pengeluaran biaya yang tidak
sedikit.
FITUR-FITUR
Penerapan sistem IVR yang kurang tepat
dapat membuat pelanggan malah membenci sistem IVR itu
sendiri dan pergi ke korporasi lain yang menyediakan
produk dan jasa yang sama.
1. Mengotomasi Layanan
Banyak kejadian jenaka atau horor diceritakan
oleh sebuah penerapan sistem IVR yang salah untuk beberapa
jenis pelayanan. Pelanggan yang ingin mendapatkan informasi
rate atau informasi klaim dari sebuah perusahaan asuransi,
akan tepat jika dilayani dengan sistem IVR. Namun jika
pelanggan ingin melaporkan kehilangan kartu kredit dan
membatalkan transaksi, maka akan lebih tepat dan meyakinkan
jika dilayani oleh pegawai.
Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk
mengotomasikan sebuah pelayanan perlu dilihat terlebih
dahulu mengenai sudut pandang pelanggan. Bagaimana kompleksitas
transaksi antara korporasi dengan pelanggan. Seberapa
penting hasil yang akan diperoleh oleh pelanggan. Apakah
pelanggan lebih menyukai privasi atau interaksi manusia
langsung.
2. Teknologi Terbaru
Apakah pelanggan merespon sistem IVR secara
negatif atau positif seringkali tergantung kepada bagaimana
state-of-the-art atau keterbaruan teknologi dari sistem
IVR tersebut. Bentuk paling dasar dari sistem IVR adalah
suara yang terekam untuk memandu pelanggan melalui telepon,
kemudian mempersilakan pelanggan untuk memilih informasi
yang dikehendaki dengan cara menekan tombol-tombol pesawat
telepon. Teknologi dasar ini tepat digunakan untuk pelayanan
transaksi antara korporasi dan pelanggan yang sederhana.
Jika diterapkan untuk pelayanan yang kompleks tentu
saja berarti korporasi telah mengabaikan pelanggan.
3. Konfigurasi Berbasis Web
Dalam pemanfaatannya, sebuah sistem IVR
harus dapat beradaptasi dengan kebutuhan konten informasi
yang ingin disajikan kepada pelanggan. Sistem IVR yang
saat ini ada di pasaran biasanya membutuhkan pemrograman
ulang untuk membuat perubahan aliran menu pada sistem
IVR. Cara konvensional tersebut tidak mudah dilakukan
oleh administrator atau operator sistem. Hal ini karena
sumber daya manusia yang dimiliki oleh korporasi belum
tentu mampu melakukan pemrograman ulang tersebut karena
fungsi tersebut tidak termasuk kedalam core business
dari korporasi yang bersangkutan. Sistem IVR yang mudah
dikonfigurasi dengan antarmuka berbasis web akan memudahkan
operator sistem IVR dengan kemampuan komputer dasar
dapat melakukan konfigurasi dan perubahan pada aliran
menu, isi suara, dan data-data yang ingin disajikan.
Operator dapat merekam suara yang ingin
disajikan dalam aliran menu IVR di PC biasa dengan menggunakan
software perekam yang umum (misalnya adalah Windows
Sound Recorder yang sudah tersedia di sistem operasi
Windows). Selanjutnya operator tersebut dapat mengupload
file-file sound yang telah direkam ke sistem IVR. Selanjutnya
operator dapat menentukan urutan dan aliran menu, yaitu
disesuaikan dengan tombol telepon dalam melakukan pilihan
menu. Setelah konfigurasi tersebut dilakukan, sistem
IVR dapat menyesuaikan diri dengan konfigurasi yang
baru. Dan semuanya itu dapat dilakukan tanpa melakukan
pemrograman ulang.
4. Kartu Antarmuka Telepon
Sistem IVR harus dihubungkan dengan perangkat
switch-hub, PABX, atau dengan jaringan analog PSTN (misalnya
Telkom). Antarmuka yang menjembatani sistem IVR dengan
sistem telepon yang diluar adalah dengan menggunakan
Kartu Antarmuka Telepon. Antarmuka yang digunakan dapat
menggunakan sistem analog (dengan pensinyalan analog
FXO) atau dengan menggunakan sistem digital (dengan
pensinyalan ISDN). Sistem IVR dapat dihubungkan langsung
ke jaringan analog PSTN Telkom atau ke PABX yang dimiliki
oleh korporasi.
Jika dihubungkan dengan perangkat PABX,
maka sistem IVR adalah extension dari PABX tersebut.
Untuk melakukan panggilan ke sistem IVR, kita dapat
menekan nomor extension yang diberikan oleh PABX untuk
sistem IVR.
Pilihan kedua adalah dengan cara menghubungkan
sistem IVR dengan operator telepon tetap (misalnya Telkom).
Setiap line dari Telkom dapat dihubungkan dengan masing-masing
line yang ada di sistem IVR. Jadi untuk antarmuka analog
baik ke PABX atau ke operator telepon, kita dapat menghubungkan
port-port yang ada di Kartu Antarmuka Telepon ke masing-masing
line. Satu buah kartu dapat terdiri mulai dari 1 line
sampai maksimal 4 line.
Pilihan lainnya adalah menghubungkan system
IVR dengan PABX atau dengan operator telepon dengan
menggunakan antarmuka digital (menggunakan pensinyalan
ISDN). Hal ini akan memungkinkan satu Telephony Card
untuk menangani sampai dengan 30 line yang di gabungkan
secara digital dalam dua pasang kabel. Dengan cara ini
maka IVR dapat menangani jumlah pelanggan yang lebih
banyak secara bersamaan (yaitu sampai dengan 30 line).
5. IVR Engine
Perangkat lunak IVR bertugas membaca file
konfigurasi yang berisi aliran menu dan isi menu, menterjemahkannya,
dan kemudian mengeksekusinya. Jadi jika pelanggan telah
melakukan dial ke sistem IVR maka IVR engine segera
mengeksekusi setiap baris konfigurasi. Masing-masing
baris konfigurasi berisi perintah-perintah yang umum
dalam sistem IVR. Contoh perintah tersebut adalah perintah
untuk mem-playback file sound yang telah direkam. File
sound tersebut misalnya ada greeting dan menu pilihan
awal yang dilanjutkan perintah untuk menunggu penelepon
untuk menekan tombol sesuai dengan pilihan yang disajikan.
Salah satu perintah yang dapat dieksekusi
adalah perintah untuk membaca data-data di database
berdasarkan informasi tertentu untuk melakukan pencarian
data di database. IVR engine akan memerintahkan DBridge
untuk menghubungsi system database. Sistem database
tersebut dapat lokal atau remote, yaitu jika tersedia
koneksi ke Internet melalui ISP. Hasil query dari database
yang dapat berupa angka, waktu, dan tanggal dapat langsung
dibacakan oleh sistem IVR engine yaitu dengan menggunakan
file-file sound default yang sudah ada di sistem IVR.
6. Koneksi Database (DBridge)
Dbridge melakukan mediasi antara sistem
IVR dengan sistem database. Sistem database dapat beragam
dan dapat terletak di lokasi yang berbeda. Dengan cara
ini maka kita dapat menyesuaikan Dbridge untuk menghubungi
beragam sistem database. Sistem database yang dapat
secara langsung di query oleh Dbridge adalah MySQL,
PgSQL, MSAccess, dan MS SQL2000. Jika sistem ingin dihubungkan
dengan aplikasi korporasi tertentu, yaitu jika ada kebijakan
keamanan dan policy, maka Dbridge dapat disesuaikan
dengan kebutuhan sistem informasi korporasi. Pemisahan
fungsi ini dapat memberikan kemudahan dan fleksibilitas
integrasi dengan sistem informasi dan database korporasi.
7. Aplikasi Berbasis Web
Antarmuka berbasis Web disediakan agar
operator sistem IVR dapat dengan mudah melakukan konfigurasi
dan maintenance sistem IVR. Sistem IVR yang sudah dihubungkan
ke jaringan komputer dapat diakses dari PC operator
yang sudah terhubung dengan jaringan komputer tersebut.
Operator hanya membutuhkan aplikasi web browser, seperti
Internet Explorer, yang sudah ada pada sistem operasi
Windows. Dengan mengisi alamat IP dari sistem IVR pada
isian alamat di web browser, maka operator akan mendapatkan
menu-menu untuk melakukan perubahan dan konfigurasi
web. |